Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi, 38 Negara Siap Hadir Juni 2026

Perayaan 100 tahun Jam Gadang Bukittinggi berlangsung 3–21 Juni 2026 dengan 20 agenda, 38 negara, kaligrafi 100 meter, fun run, dan festival literasi.
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi, 38 Negara Siap Hadir Juni 2026

Pandapek.com - Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bersiap menjadi sorotan dunia pada Juni 2026.

Ikon legendaris Jam Gadang genap berusia satu abad dan perayaannya dirancang berskala internasional.

Dunsanak Pandapek, momentum langka ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat yang kaya akan warisan budaya dan sejarah.

Sejarah Jam Gadang

Jam Gadang dibangun pada 20 Juni 1926 atas inisiatif Hendrik Roelof Rookmaaker, kontroler kota Fort de Kock yang kini dikenal sebagai Bukittinggi.

Pembangunannya dipercayakan kepada arsitek Minangkabau asli, Yazid Rajo Mangkuto, dengan biaya konstruksi mencapai 3.000 gulden, jumlah yang sangat besar pada masanya.

Menara jam ini berdiri setinggi 26 meter di tengah Taman Sabai Nan Aluih dan menjadi titik pusat Kota Bukittinggi hingga hari ini.

Jam Gadang memiliki sejumlah keunikan yang tak dimiliki jam lain di dunia, salah satunya penulisan angka empat dalam format Romawi IIII, bukan IV seperti lazimnya.

Dunsanak Pandapek, mesin jam yang tertanam di dalamnya disebut hanya ada dua unit di seluruh dunia, menjadikan Jam Gadang sebagai warisan teknik yang tak ternilai.

Selama satu abad berdiri, Jam Gadang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa, mulai dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga kemerdekaan Indonesia.

Perayaan Bertaraf Internasional

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan peringatan satu abad Jam Gadang bukan lagi agenda lokal semata.

Sebanyak 20 kegiatan telah disiapkan, berlangsung sejak awal Juni hingga puncak perayaan pada 21 Juni 2026.

Lebih dari 250 delegasi dari 38 negara telah menyatakan kehadiran mereka untuk memeriahkan momentum bersejarah ini.

Dunsanak Pandapek, di antara negara yang berpartisipasi terdapat Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, Palestina, hingga Yaman.

Seminar internasional dijadwalkan menghadirkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Duta Besar Belanda sebagai pembicara utama.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur DKI Jakarta juga dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional yang menyertai perayaan ini.

IMLF ke-4 Jadi Magnet Dunia

Rangkaian perayaan dikemas dalam International Minangkabau Literacy Festival ke-4 atau IMLF-4 yang berlangsung 3 hingga 7 Juni 2026.

Festival ini mengusung tema "100 Years of Jam Gadang: From Literacy to Legacy, Building Wealth, Peace and Sustainability Learning."

Dunsanak Pandapek, festival literasi dan kebudayaan ini menghadirkan 122 peserta umum, 20 pembicara internasional, 19 peluncur buku, 63 pembaca puisi, dan 35 pelaku seni pertunjukan.

Kawasan Jam Gadang dan Pasa Ateh dipastikan semakin semarak selama festival berlangsung dengan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati wisatawan.

Agenda festival mencakup pameran buku internasional, bazar produk UMKM khas Sumatera Barat, live painting, dan seminar sejarah Jam Gadang.

Para delegasi internasional juga dijadwalkan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dan Tabiang Barasok sebagai bagian dari wisata edukasi terintegrasi atau WIDURI.

Kaligrafi 100 Meter dan Fun Run

Salah satu atraksi paling dinantikan adalah pameran kaligrafi sepanjang 100 meter yang akan dipusatkan di Gedung Perpustakaan Bung Hatta.

Karya monumental ini akan digarap oleh Prof. Yusuf Liu, pelukis kaligrafi ternama asal Malaysia.

Dunsanak Pandapek, gelaran Jam Gadang Fun Run pada 7 Juni 2026 diperkirakan diikuti sekitar 3.800 peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Sejumlah menteri dari kabinet pemerintahan pusat dan para duta besar dijadwalkan turut mengambil bagian dalam kegiatan olahraga bersejarah tersebut.

Pada malam harinya, Festival Randai dan pertunjukan seni tradisional akan memeriahkan area Jam Gadang dengan nuansa budaya Minangkabau yang kental.

Peluncuran 100 judul buku sekaligus seminar kebudayaan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan yang padat dan berisi ini.

Refleksi Sejarah dan Diplomasi

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan peringatan satu abad Jam Gadang adalah momentum refleksi atas perjalanan panjang hubungan Indonesia dan Belanda.

Menurutnya, transformasi hubungan kedua bangsa dari masa kolonial menuju kemitraan yang setara layak dirayakan dan dimaknai secara mendalam.

Dunsanak Pandapek, Pemerintah Kota Bukittinggi juga mendorong kerja sama untuk memperoleh akses terhadap arsip dan dokumen asli pembangunan Jam Gadang periode 1925 hingga 1926 yang tersimpan di Belanda.

Pemkot Bukittinggi secara khusus mengundang perwakilan keluarga Ratu Wilhelmina dari Belanda untuk hadir pada puncak perayaan 21 Juni 2026.

Para delegasi dunia juga akan mengikuti aksi peduli lingkungan berupa penanaman 100 pohon simbolis dan pembacaan puisi alam sebagai bentuk nyata komitmen terhadap keberlanjutan.

Mahyeldi menegaskan momentum ini harus menjadi ruang penguatan identitas budaya Minangkabau sekaligus mendorong promosi pariwisata Sumatera Barat ke panggung internasional.

Dampak bagi Pariwisata

Pemerintah Kota Bukittinggi berharap seluruh rangkaian perayaan memberikan dampak positif nyata bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Kehadiran lebih dari 250 delegasi asing diperkirakan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bukittinggi secara signifikan.

Dunsanak Pandapek, bazar UMKM yang digelar selama festival menjadi peluang emas bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan Sumatera Barat kepada tamu internasional.

Diskusi pariwisata dan ekonomi kreatif juga masuk dalam agenda untuk mendorong pengembangan sektor wisata daerah yang lebih berkelanjutan.

Puncak perayaan pada 21 Juni 2026 direncanakan berlangsung dengan Jam Gadang Cultural Night yang menampilkan pertunjukan seni budaya kolosal.

Bukittinggi East Film Festival turut hadir meramaikan agenda, mempertegas posisi Bukittinggi sebagai kota budaya yang terus tumbuh dan relevan di era modern.

Baca Juga:
Tersalin 👍
Harun Alfala
Harun Alfala
bahkan kalau semuanya palsu, aku tetap mau bilang terimakasih sudah membuatku merasa dicintai.

Berita Terbaru

  • Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi, 38 Negara Siap Hadir Juni 2026
  • Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi, 38 Negara Siap Hadir Juni 2026
  • Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi, 38 Negara Siap Hadir Juni 2026
  • Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi, 38 Negara Siap Hadir Juni 2026
  • Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi, 38 Negara Siap Hadir Juni 2026
  • Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi, 38 Negara Siap Hadir Juni 2026