Infinix Smart 20 Masih Layak Dibeli di 2026? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Pandapek.com - Infinix Smart 20 resmi hadir di Indonesia sejak 10 Maret 2026 dengan harga awal Rp1,299 juta untuk varian 4 GB plus 64 GB.
Varian 4 GB plus 128 GB dibanderol Rp1,399 juta, menjadikannya salah satu smartphone dengan spesifikasi paling kompetitif di kelas harga Rp1 jutaan.
Dunsanak Pandapek, seiring berjalannya waktu harga pasarannya kini sudah bergerak naik sekitar Rp200.000 dari harga peluncuran awalnya.
Desain Ringan dan Trendi
Infinix Smart 20 tampil dengan desain yang menipu mata berkat modul kamera yang memberi ilusi tonjolan tebal padahal permukaannya rata.
Bobotnya hanya 185 gram dengan ketebalan 7,7 mm, tergolong sangat ergonomis untuk kelas harga entry-level.
Material bodinya memang plastik, namun feel genggamannya jauh dari kesan murahan untuk ukuran HP Rp1 jutaan.
Dunsanak Pandapek, tersedia dalam empat pilihan warna yakni Sunlike Orange, Shadow Black, Polaris Titanium, dan Cloudline Blue yang segar dan kekinian.
Kelengkapan port terbilang memadai dengan USB Type-C 2.0, combo audio jack, dan SIM tray triple slot yang menampung dua nano SIM plus satu dedicated microSD.
Desain punch-hole pada layar depannya menjadikan tampilan terasa lebih modern, meski bezel bawahnya masih tergolong tebal.
Layar 6,78 Inci dengan 120 Hz
Infinix Smart 20 mengusung layar IPS LCD berukuran 6,78 inci dengan resolusi HD Plus 720 x 1.600 piksel.
Refresh rate 120 Hz hadir untuk memberikan pengalaman scrolling yang lebih mulus dalam penggunaan sehari-hari.
Tingkat kecerahan maksimalnya mencapai 700 nit dalam High Brightness Mode, cukup untuk penggunaan di dalam ruangan namun masih perlu usaha ekstra di bawah sinar matahari langsung.
Dunsanak Pandapek, kualitas warna layar cenderung agak kebiruan atau cool tone sehingga kurang akurat merepresentasikan warna natural.
Dalam praktik nyata, manfaat refresh rate 120 Hz tidak selalu terasa karena performa chipsetnya membatasi kelancaran animasi di banyak aplikasi.
Meski demikian, layar berdesain punch-hole di kelas harga ini tetap menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada kompetitor sekelas.
Performa Helio G81 Ultimate
Infinix Smart 20 ditenagai chipset MediaTek Helio G81 Ultimate dengan konfigurasi CPU 2 inti Cortex-A75 2,0 GHz dan 6 inti Cortex-A55 1,8 GHz.
Skor AnTuTu versi 11-nya berada di kisaran 363.000 poin, menempatkannya di kelas performa yang cocok untuk kebutuhan harian ringan.
RAM 4 GB yang disematkan cukup untuk mempertahankan 3 hingga 4 aplikasi terakhir di memori tanpa harus reload saat dibuka kembali.
Dunsanak Pandapek, penyimpanan internalnya masih menggunakan teknologi eMMC 5.1 yang kecepatannya di bawah standar UFS, sebuah kompromi yang umum di kelas harga ini.
Untuk gaming, Mobile Legends di setting grafis rendah dengan frame rate tinggi menghasilkan rata-rata 57 FPS yang sudah sangat layak.
PUBG Mobile di setting rata kiri masih dapat dimainkan dengan rata-rata 35,7 FPS, namun Genshin Impact bahkan di setting terendah hanya menghasilkan 22 FPS yang sudah tidak playable.
Kamera Harian yang Cukup
Kamera utama belakang Infinix Smart 20 berkapasitas 8 megapiksel dengan apertur f/1.8 yang cukup untuk kebutuhan foto harian.
Di kondisi cahaya berlimpah seperti siang hari, foto yang dihasilkan tergolong bisa diandalkan dengan warna yang masih natural pada objek berwarna-warni.
Mode potret menghasilkan efek blur latar belakang yang terbilang natural dengan pemisahan subjek yang cukup rapi asalkan jarak dan posisi ideal terpenuhi.
Dunsanak Pandapek, performa kamera anjlok signifikan di kondisi low light karena noise langsung bermunculan dan detail gambar berkurang drastis.
Untuk kondisi malam hari, penggunaan flash bawaan sangat disarankan agar hasil foto lebih tajam dan terang.
Kamera belakang mampu merekam video hingga resolusi 2K pada 30 fps, sementara kamera depan 8 megapiksel hadir untuk kebutuhan selfie dan video call sehari-hari.
Baterai 5.200 mAh dan Pengisian 15 W
Infinix Smart 20 dibekali baterai 5.200 mAh yang cukup untuk menemani aktivitas dari pagi hingga sore hari dalam penggunaan normal.
Pengujian menunjukkan konsumsi baterai sekitar 4 persen per 30 menit menonton YouTube dan 7 persen per 30 menit bermain Mobile Legends.
Untuk gaming PUBG Mobile selama 30 menit menguras sekitar 9 persen baterai, angka yang masih wajar di kelasnya.
Dunsanak Pandapek, kapasitas 5.200 mAh ini terbilang lebih kecil dibanding kompetitor seperti Poco C81 Pro yang sudah hadir dengan baterai 6.000 mAh.
Kecepatan pengisian bawaan hanya 10 watt sehingga butuh waktu 2 jam 40 menit untuk mengisi dari kosong hingga penuh.
Ponsel ini sejatinya mendukung fast charging 15 watt dan 5 watt reverse charging, namun adaptor 15 watt harus dibeli secara terpisah.
Software XOS 16 dan Fitur Ultra Link
Infinix Smart 20 menjalankan XOS 16 berbasis Android 16 yang tampil segar dengan pilihan kustomisasi tema, widget, warna ikon, hingga bentuk dan ukuran ikon yang cukup lengkap.
Fitur Dynamic Bar hadir sebagai elemen interaktif di atas layar yang menampilkan notifikasi dan aktivitas secara dinamis, terinspirasi dari konsep serupa di smartphone premium.
Asisten suara bawaan bernama Folx dapat diakses dengan menekan tombol power selama setengah detik dan mampu menjawab pertanyaan, memasang alarm, membuka aplikasi, hingga menerjemahkan teks.
Dunsanak Pandapek, fitur Ultra Link menjadi salah satu keistimewaan Infinix Smart 20 yang memungkinkan koneksi antar perangkat hingga jarak 1 kilometer tanpa jaringan seluler, fitur yang sangat jarang ditemukan di kelas harga Rp1 jutaan.
Bloatware di perangkat ini terbilang minim dan tidak terlalu mengganggu pengalaman penggunaan sehari-hari.
Sensor lengkap mencakup sensor cahaya, giroskop, dan sensor magnetik menjadikan ponsel ini bisa diandalkan sebagai GPS navigator.
Layak Beli atau Tidak?
Infinix Smart 20 cocok untuk pengguna yang mengutamakan desain modern, kenyamanan genggam, dan kemampuan kamera yang cukup untuk kebutuhan harian di siang hari.
Kelemahannya terletak pada kapasitas baterai yang kalah dari kompetitor, speaker mono yang pas-pasan, dan performa gaming yang terbatas.
Bagi yang menginginkan performa gaming lebih kencang, Samsung Galaxy A07 dengan chipset Helio G99 bisa menjadi pilihan yang jauh lebih tangguh.
Dunsanak Pandapek, jika baterai besar adalah prioritas utama, Poco C81 Pro dengan baterai 6.000 mAh layak masuk daftar pertimbangan sebagai alternatif.
Dengan harga pasaran saat ini di kisaran Rp1,6 jutaan, Infinix Smart 20 masih menawarkan nilai yang layak bagi pengguna yang memang sesuai dengan profilnya.
Secara keseluruhan, Infinix Smart 20 adalah smartphone entry-level yang solid untuk kebutuhan komunikasi, media sosial, dan hiburan ringan sehari-hari, namun bukan pilihan terbaik bagi gamer atau pengguna dengan mobilitas tinggi.
