Jalan Seribu Lubang Payakumbuh-Sitangkai Masuk Tahap Marka Jalan

Jalan seribu lubang Payakumbuh-Sitangkai memasuki tahap akhir, marka jalan mulai dikerjakan. Proyek Rp75 miliar ditargetkan tuntas Juli 2026.
Jalan Seribu Lubang Payakumbuh-Sitangkai Masuk Tahap Marka Jalan

Pandapek.com - Proyek perbaikan jalan provinsi Payakumbuh-Sitangkai memasuki tahap akhir pengerjaan menjelang target penyelesaian Juli 2026.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan progres konstruksi sudah hampir rampung secara keseluruhan.

Dunsanak Pandapek, tahap penyelesaian kini berlanjut ke pekerjaan finishing seperti pembuatan marka jalan sebagai bagian dari proses akhir sebelum jalan diserahterimakan.

Progres Hampir Tuntas

Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menyatakan pembangunan jalan secara umum sudah mendekati penyelesaian penuh.

Laporan progres dari kontraktor menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai jadwal kontrak yang berakhir pada 2 Juli 2026.

Total ruas yang ditangani mencapai 8,4 kilometer, dengan 5,5 kilometer dibangun menggunakan konstruksi beton rigid.

Dunsanak Pandapek, sisa ruas sepanjang 2,9 kilometer ditangani melalui pelapisan aspal sebagai metode pelengkap konstruksi beton.

Dengan struktur jalan utama yang sudah terbangun, fokus pekerjaan kini bergeser ke tahap penyempurnaan permukaan jalan.

Pembuatan marka jalan menjadi salah satu pekerjaan akhir yang lazim dilakukan setelah struktur perkerasan rampung sepenuhnya.

Marka Jalan Tahap Penyempurnaan

Pengecatan marka jalan berfungsi memberikan panduan visual bagi pengendara terkait batas lajur dan arah lalu lintas.

Tahap ini biasanya dikerjakan setelah permukaan beton atau aspal benar-benar mengering dan siap dilintasi kendaraan secara permanen.

Dunsanak Pandapek, kehadiran marka jalan yang jelas diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan yang selama ini kerap terjadi di ruas tersebut.

Selain marka jalan, biasanya turut dikerjakan pemasangan rambu lalu lintas serta penyempurnaan bahu jalan di sepanjang ruas yang diperbaiki.

Tahap penyempurnaan ini menjadi penanda bahwa proyek sudah mendekati garis akhir penyelesaian fisik di lapangan.

Masyarakat berharap seluruh tahap akhir ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.

Anggaran dari Inpres Presiden

Proyek ini dibiayai melalui Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan jalan daerah.

Total anggaran yang dialokasikan Kementerian Pekerjaan Umum untuk proyek ini mencapai sekitar Rp75 miliar.

Dunsanak Pandapek, ruas Payakumbuh-Sitangkai merupakan jalur penghubung antarwilayah yang sangat vital bagi masyarakat sekitar.

Jalan ini menghubungkan Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Tanah Datar melalui jalur yang dikenal sebagai jalan seribu lubang.

Kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun telah menghambat mobilitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Besarnya anggaran yang dikucurkan mencerminkan keseriusan pemerintah pusat dalam menangani ruas jalan yang lama terbengkalai ini.

Rencana Perpanjangan ke Batusangkar

BPJN Sumbar membuka peluang kelanjutan pembangunan hingga ruas Sitangkai-Batusangkar sepanjang sekitar 20 kilometer.

Realisasi proyek lanjutan ini masih menunggu arahan pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah tahun 2026 atau 2027.

Dunsanak Pandapek, jika proyek lanjutan terealisasi, seluruh jalur Payakumbuh-Batusangkar berpeluang diperbaiki secara menyeluruh sebelum tahun 2029.

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, menyatakan komitmennya mendorong kelanjutan pembangunan ruas hingga Batusangkar.

Ia menilai penuntasan seluruh jalur ini penting untuk memperlancar konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Pembangunan bertahap dinilai sebagai strategi realistis mengingat besarnya total panjang ruas yang perlu ditangani secara keseluruhan.

Awasi Tonase Kendaraan

Andre Rosiade meminta seluruh pemangku kepentingan menjaga kualitas jalan yang telah diperbaiki secara serius.

Ia menegaskan kapasitas maksimal jalan provinsi tersebut hanya delapan ton atau satu sumbu tunggal.

Dunsanak Pandapek, pengawasan tonase menjadi krusial mengingat adanya aktivitas tambang galian C di sejumlah wilayah sekitar ruas jalan itu.

Kendaraan angkutan material dari kawasan tambang berpotensi menjadi penyebab utama kerusakan jalan jika tidak dikendalikan sejak dini.

Andre menegaskan jalan ini dibangun menggunakan APBN sehingga semua pihak bertanggung jawab menjaganya bersama.

Ia mengingatkan kerusakan serupa harus dicegah agar investasi besar dari pemerintah pusat tidak sia-sia.

Harapan Masyarakat Terjawab

Perbaikan ruas Payakumbuh-Sitangkai menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang sudah mengalami kerusakan jalan selama lebih dari sepuluh tahun.

Julukan jalan seribu lubang yang melekat pada ruas ini mencerminkan betapa parahnya kondisi infrastruktur yang selama ini ditanggung warga.

Dunsanak Pandapek, selesainya proyek ini diharapkan tidak hanya memperlancar lalu lintas, tetapi juga menekan angka kecelakaan di ruas tersebut.

Peningkatan kualitas jalan juga diyakini akan berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur Payakumbuh-Sitangkai.

Dengan anggaran Rp75 miliar dan konstruksi beton yang lebih kokoh, proyek ini diharapkan menghasilkan jalan yang tahan lama dan tidak mudah rusak.

Masyarakat kini menunggu realisasi penuh target Juli 2026 sekaligus berharap pengawasan pascapembangunan tetap dijalankan secara konsisten.

Baca Juga:
Tersalin 👍
Harun Alfala
Harun Alfala
bahkan kalau semuanya palsu, aku tetap mau bilang terimakasih sudah membuatku merasa dicintai.

Berita Terbaru

  • Jalan Seribu Lubang Payakumbuh-Sitangkai Masuk Tahap Marka Jalan
  • Jalan Seribu Lubang Payakumbuh-Sitangkai Masuk Tahap Marka Jalan
  • Jalan Seribu Lubang Payakumbuh-Sitangkai Masuk Tahap Marka Jalan
  • Jalan Seribu Lubang Payakumbuh-Sitangkai Masuk Tahap Marka Jalan
  • Jalan Seribu Lubang Payakumbuh-Sitangkai Masuk Tahap Marka Jalan
  • Jalan Seribu Lubang Payakumbuh-Sitangkai Masuk Tahap Marka Jalan