Jetour T1 i-DM PHEV Bergaya Jip Masuk Indonesia, Segini Harganya
Pandapek.com - Jetour resmi membawa angin segar ke pasar otomotif Indonesia lewat kehadiran T1 i-DM, SUV bergaya off-road berteknologi plug-in hybrid.
Kendaraan ini menjadi PHEV pertama Jetour yang masuk Indonesia sekaligus SUV hybrid bergaya jip pertama di segmennya.
Dunsanak Pandapek, kehadiran T1 i-DM semakin terkonfirmasi setelah unit perdana secara resmi mendarat di Indonesia pada akhir Mei 2026.
Desain Boxy Penuh Karakter
Jetour T1 i-DM tampil dengan desain boxy yang gagah namun lebih kalem dibandingkan kakaknya, Jetour T2.
Eksteriornya memperlihatkan garis tegas khas SUV petualang dengan lampu LED memanjang di bagian depan dan belakang yang serasi.
Pelek berukuran ring 19 dengan profil ban 235/60 menambah kesan tangguh sekaligus memberikan stabilitas berkendara yang baik di berbagai medan.
Ground clearance mencapai 190 mm, lebih tinggi dari rata-rata SUV kelas menengah yang biasanya hanya di kisaran 180 mm.
Dunsanak Pandapek, unit yang akan masuk Indonesia hadir dengan pilihan warna eksterior hitam dipadukan jahitan warna oranye yang memberikan kesan sporty dan berkarakter.
Bagasi T1 i-DM tidak menggunakan ban serep di pintu belakang seperti T2, sehingga tampilannya lebih bersih dan modern meski ground presence-nya tetap kuat.
Sistem PHEV i-DM Canggih
Jetour menamai sistem hybrid-nya dengan istilah i-DM yang merupakan singkatan dari Intelligent Dual Mode.
Sistem ini memadukan mesin bensin ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima dengan motor listrik berdaya tinggi dalam satu platform terintegrasi.
Mesin bensin 1.500 cc turbo 4-silinder menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm dengan efisiensi termal yang diklaim mencapai 44,5 persen.
Motor listriknya menyumbang tenaga 204 PS dan torsi 310 Nm yang disalurkan ke roda depan secara instan dan responsif.
Dunsanak Pandapek, tenaga gabungan dari dua sumber penggerak ini mencapai 340 PS dengan torsi total 530 Nm, angka yang sangat impresif di kelasnya.
Transmisi yang digunakan adalah Dedicated Hybrid Transmission (DHT) satu percepatan yang dirancang khusus agar perpindahan tenaga antara mesin bensin dan motor listrik berlangsung mulus.
Kemampuan Off-Road dan Mode Berkendara
Jetour T1 i-DM dibekali sistem penggerak empat roda pintar XWD dari BorgWarner yang mendistribusikan tenaga secara instan ke roda dengan traksi terbaik.
Sistem ini mampu beradaptasi otomatis terhadap berbagai kondisi jalan dalam hitungan milidetik tanpa perlu intervensi pengemudi.
Tersedia tujuh mode berkendara yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, mencakup Sport, Snow, Sand, dan beberapa mode lainnya.
Dunsanak Pandapek, bagi yang ingin kontrol lebih intuitif, fitur Mode X hadir untuk adaptasi otomatis terhadap berbagai kondisi jalan secara cerdas.
Untuk varian yang masuk ke Indonesia, sistem penggerak yang ditawarkan sementara ini adalah front wheel drive, dengan kemungkinan varian AWD menyusul jika pasar merespons positif.
Kemampuan wading depth yang memadai membuat T1 i-DM cocok untuk kondisi Indonesia yang kerap menghadapi genangan air, tanjakan terjal, dan medan semi off-road.
Baterai dan Pengisian Daya
Jetour T1 i-DM dibekali baterai jenis Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 26,7 kWh yang diposisikan di bawah lantai kabin.
Jenis baterai LFP dipilih karena dikenal lebih tahan terhadap panas, lebih panjang umur siklus pengisian, dan lebih aman dari risiko thermal runaway.
Dunsanak Pandapek, pengisian daya menggunakan DC fast charging mampu membawa kapasitas baterai dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam 27 menit.
Untuk pengisian penuh menggunakan AC dari 10 hingga 100 persen, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam atau 180 menit.
Dengan kapasitas baterai sebesar itu, T1 i-DM diklaim mampu menempuh jarak gabungan bensin dan listrik lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Mesin bensin juga dapat berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai saat dalam perjalanan jauh tanpa akses ke stasiun pengisian.
Interior Modern dan Fitur Lengkap
Kabin Jetour T1 i-DM hadir dengan material kulit sintetis berkualitas yang akan tersedia dalam warna hitam dengan jahitan oranye untuk versi Indonesia.
Dashboard dirancang dengan bagian atas berbalut material empuk dan hiasan aksen bertema koordinat peta yang memperkuat identitas SUV petualang.
Layar infotainment berukuran 15,6 inci mendominasi area tengah dashboard dan menjadi pusat kendali berbagai fungsi kendaraan secara digital.
Dunsanak Pandapek, kursi pengemudi dilengkapi pengaturan elektrik enam arah dengan lumbar support untuk kenyamanan berkendara jarak jauh.
Penumpang belakang difasilitasi AC dual zone, port USB-A dan USB-C, serta panoramic sunroof yang terbagi dua untuk memberikan kesan kabin yang lebih luas dan terang.
Fitur keselamatan aktif seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist juga hadir untuk memastikan keamanan berkendara di jalan tol maupun jalan antarkota.
Estimasi Harga dan Jadwal Peluncuran
Data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang muncul di laman Bapenda DKI Jakarta mencatat Jetour T1 varian 4X2 DCT AT dengan nilai Rp170 juta dan varian 4X4 DCT AT di angka Rp185 juta.
NJKB bukan harga jual ke konsumen karena belum mencakup pajak, margin distributor, dan biaya administrasi yang umumnya menambah signifikan harga akhir di tangan pembeli.
Sebagai referensi, Jetour T2 saat ini dijual di harga Rp588 juta OTR Jakarta, sehingga T1 i-DM diperkirakan berada di posisi harga yang lebih terjangkau dari T2.
Dunsanak Pandapek, sejumlah analis otomotif memprediksikan harga OTR Jetour T1 i-DM di Indonesia berkisar antara Rp490 juta hingga Rp590 jutaan tergantung varian dan kelengkapan fitur.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menyatakan T1 i-DM akan segera hadir secara resmi di Indonesia dalam waktu dekat.
Peluncuran resmi diprediksi berlangsung pada GIIAS 2026 yang dijadwalkan akhir Juli mendatang, menjadikan ajang itu momentum strategis bagi Jetour untuk memperkenalkan era elektrifikasi di lini produknya.
