Poco C81 Pro Punya Baterai 6.000 mAh dan UFS 2.2 di Harga Rp1,6 Juta
Pandapek.com - Poco resmi menghadirkan smartphone entry-level terbarunya, Poco C81 Pro, ke pasar Indonesia mulai 5 Mei 2026.
Ponsel ini langsung menyita perhatian berkat kombinasi baterai jumbo, layar luas, dan penyimpanan modern di harga yang hanya menyentuh Rp1 jutaan.
Dunsanak Pandapek, Poco C81 Pro hadir sebagai salah satu pilihan paling kompetitif di segmen entry-level Indonesia sepanjang semester pertama 2026.
Desain Besar dan Kokoh
Poco C81 Pro tampil dengan bodi polikarbonat yang terasa padat dan kokoh saat digenggam.
Ponsel ini memiliki layar berukuran 6,9 inci dengan rasio 20:9 yang membuat dimensinya cukup panjang dan lebar.
Navigasi satu tangan terasa cukup menantang mengingat ukurannya yang masif dengan ketebalan bodi 8,2 milimeter.
Dunsanak Pandapek, bobot Poco C81 Pro tercatat di 208 gram, lebih berat dari pendahulunya yang hanya 193 gram akibat kapasitas baterai yang lebih besar.
Ponsel ini tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni hitam, emas, dan hijau untuk menyesuaikan selera berbagai kalangan pengguna.
Desain modul kamera di bagian belakang tampil minimalis dengan tulisan AI Camera yang kini diposisikan di bawah lensa utama.
Layar Luas Refresh Rate 120 Hz
Poco C81 Pro dibekali panel LCD berukuran 6,9 inci dengan resolusi HD Plus 1.600 x 720 piksel.
Refresh rate 120 Hz membuat scrolling dan animasi antarmuka terasa jauh lebih mulus dibanding standar 60 Hz di kelas harganya.
Kecerahan layar mencapai 800 nit dalam mode High Brightness Mode, cukup memadai untuk penggunaan di luar ruangan.
Dunsanak Pandapek, fitur Wet Touch 2.0 juga hadir agar layar tetap bisa dioperasikan meski dalam kondisi basah atau terkena air hujan.
Layar ini telah mengantongi sertifikasi TUV Rheinland untuk perlindungan mata dari paparan cahaya biru berlebihan.
Untuk urusan hiburan seperti menonton video atau bermain game, ukuran layar 6,9 inci ini menjadi nilai tambah yang sangat signifikan di kelasnya.
Performa Unisoc T7250 dan UFS 2.2
Poco C81 Pro ditenagai chipset Unisoc T7250 berbasis fabrikasi 12 nanometer dengan konfigurasi delapan inti CPU berkecepatan maksimal 1,8 GHz.
GPU Mali-G57 MP1 menyertainya untuk kebutuhan grafis gaming kasual dan streaming video sehari-hari.
Pilihan RAM yang tersedia hanya 4 GB dengan opsi penyimpanan internal 64 GB atau 128 GB.
Dunsanak Pandapek, nilai jual terbesar di sektor ini adalah penggunaan teknologi penyimpanan UFS 2.2 yang menggantikan eMMC pada generasi sebelumnya.
Peningkatan ini membuat proses buka aplikasi dan transfer file terasa lebih cepat meski chipset yang digunakan masih sama.
Dalam pengujian AnTuTu versi 11, Poco C81 Pro mencatatkan skor sekitar 406.000 poin, angka yang kompetitif untuk kelas harga di bawah Rp2 juta.
Kamera 13 MP dan Fitur AI
Poco C81 Pro menggunakan kamera utama 13 megapiksel dengan apertur f/2.2 di bagian belakang, turun dari 32 megapiksel pada pendahulunya.
Penurunan resolusi kamera ini dilakukan Poco sebagai strategi untuk menjaga harga tetap terjangkau sambil menghadirkan baterai lebih besar dan UFS 2.2.
Kamera depan berkapasitas 8 megapiksel dengan apertur f/2.0 siap melayani kebutuhan selfie dan video call sehari-hari.
Dunsanak Pandapek, dalam kondisi cahaya cukup, hasil foto kamera utama tergolong tajam dan jauh dari kesan foto cat air yang kerap menjadi kelemahan HP sejutaan.
Mode potret ponsel ini mampu memisahkan objek dan latar belakang dengan cukup rapi dan efek bokeh yang terlihat natural.
Fitur AI Sky juga hadir untuk mengganti langit pada foto menjadi suasana yang lebih estetik meskipun kondisi cuaca aslinya sedang mendung atau gelap.
Baterai 6.000 mAh Tahan Lama
Poco C81 Pro mengandalkan baterai berkapasitas 6.000 mAh sebagai senjata utamanya di segmen harga ini.
Poco mengklaim baterai ini mampu bertahan hingga dua hari lebih untuk pemakaian normal, atau sekitar 46 jam untuk panggilan telepon.
Pengisian daya didukung kecepatan 15 watt melalui konektor USB-C yang tersedia di bagian bawah bodi.
Dunsanak Pandapek, dalam pengujian nyata menonton YouTube selama 30 menit, baterai Poco C81 Pro hanya berkurang 2 persen, jauh lebih efisien dibanding kompetitor sekelas.
Pada sesi bermain PUBG Mobile selama 30 menit, baterai hanya terkuras 5 persen, sebuah angka yang sangat efisien untuk kelas chipset dan harga ini.
Keunggulan baterai ini menjadikan Poco C81 Pro pilihan yang sangat relevan bagi pengguna aktif seperti ojek online maupun pelajar yang seharian berpindah tempat.
Software HyperOS dan Fitur AI
Poco C81 Pro menjalankan Xiaomi HyperOS berbasis Android terbaru dengan tampilan antarmuka yang modern dan animasi yang terasa kekinian.
Iklan pada sistem ini hanya muncul di aplikasi bawaan seperti Mi Video dan Mi Browser, tidak mengganggu saat pengguna menggunakan aplikasi Google.
Dunsanak Pandapek, fitur AI bawaan ponsel ini cukup lengkap untuk kelas harganya, mencakup Google Gemini, Circle to Search, hingga berbagi layar dengan AI secara langsung.
NFC juga hadir sebagai fitur tambahan yang sangat berguna untuk pembayaran digital contactless yang kini semakin populer di Indonesia.
Sensor sidik jari ditempatkan di sisi samping bodi untuk kemudahan akses yang intuitif dalam genggaman sehari-hari.
Speaker tunggal yang ditempatkan di bagian bawah membuat suara tidak tertutup saat ponsel dipegang secara landscape untuk gaming maupun menonton video.
Harga dan Kesimpulan
Poco C81 Pro tersedia dalam dua varian di Indonesia dengan harga resmi Rp1.649.000 untuk varian 4 GB plus 64 GB dan Rp1.799.000 untuk varian 4 GB plus 128 GB.
Pada periode penjualan perdana 5 Mei 2026, Poco memberikan harga promo Rp1.549.000 dan Rp1.699.000 untuk masing-masing varian tersebut.
Dunsanak Pandapek, kelemahan yang perlu dicatat adalah desain poni waterdrop yang terkesan jadul, performa yang sesekali terasa kurang responsif, dan RAM 4 GB yang cepat memuat ulang aplikasi di latar belakang.
Namun dengan baterai 6.000 mAh, layar 6,9 inci 120 Hz, penyimpanan UFS 2.2, dan fitur AI lengkap, Poco C81 Pro menjadi salah satu tawaran paling menarik di segmen harga Rp1 jutaan saat ini.
Ponsel ini sangat cocok untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai, layar luas untuk hiburan, dan fitur modern di harga yang benar-benar terjangkau.
Sebaliknya, pengguna yang menginginkan performa serba responsif atau ingin memainkan game berat seperti Genshin Impact disarankan mempertimbangkan opsi di kelas harga yang lebih tinggi.
