Omoda O4 Siap Masuk Indonesia, Ini Spesifikasinya dan Segini Estimasi Harganya
Pandapek.com - Omoda O4 resmi memulai debut internasionalnya di ajang Beijing Auto Show 2026 pada 24 April 2026.
SUV kompak dari Chery Group ini langsung mencuri perhatian berkat desain futuristis dan teknologi canggih yang dibawanya.
Dunsanak Pandapek, kabar gembira datang karena Omoda O4 versi EV dikabarkan akan segera menyusul masuk ke pasar Indonesia dalam waktu dekat.
Desain Cyber Mecha yang Memukau
Omoda O4 mengusung filosofi desain "Cyber Mecha" dengan garis-garis tegas dan tajam yang sangat khas.
Tampilannya sangat futuristis hingga sejumlah pengamat otomotif menyebutnya memiliki kemiripan dengan Lamborghini Urus dari sisi proporsi.
Lampu depan berbentuk sambaran petir yang disebut O-Universe memberikan karakter visual yang agresif dan berbeda dari kompetitor.
Dimensi Omoda O4 tercatat sepanjang 4.400 mm dengan wheelbase 2.620 hingga 2.672 mm, memberikan proporsi yang seimbang dan tidak terkesan gemuk.
Dunsanak Pandapek, atap belakang yang melandai atau slopy menambah kesan sporty dan aerodinamis yang memperkuat karakter coupe-SUV pada mobil ini.
Mobil ini tersedia dalam tiga varian penggerak, yakni mesin bensin konvensional, hybrid Super Hybrid System (SHS), dan kendaraan listrik murni atau EV.
Interior Futuristis Bergaya Kokpit
Kabin Omoda O4 dirancang menyerupai konsol gim premium yang memberikan pengalaman berkendara imersif.
Layar sentral berukuran besar beresolusi 2,5K ditenagai prosesor Snapdragon dan diklaim setara dengan monitor gim kelas atas.
Dunsanak Pandapek, seluruh garis dan detail interior mengikuti tema futuristis eksterior dengan aksen tajam dan minimalis yang konsisten.
Tombol fisik berbentuk berlian serta tombol start yang dilindungi cover merah memperkuat kesan kokpit pesawat yang dramatis di dalam kabin.
Kritik yang patut dicatat adalah minimnya tombol fisik untuk pengaturan suhu AC, sehingga pengemudi harus mengoperasikannya melalui layar sentuh saat berkendara.
Jok depan menggunakan model semi bucket elektris yang dapat disesuaikan, sementara handle pintu ditarik ke atas untuk kemudahan akses yang ergonomis dan berkarakter.
Teknologi AI dan Fitur Gaming
Omoda O4 menjadi salah satu SUV kompak pertama yang mengintegrasikan kecerdasan buatan secara menyeluruh dalam sistemnya.
Sistem navigasi, ADAS, hingga antarmuka pengguna sudah terhubung dengan AI untuk pengalaman berkendara yang lebih cerdas dan adaptif.
Dunsanak Pandapek, yang paling mengejutkan adalah kehadiran 13 game bawaan yang terintegrasi langsung di head unit berbasis AI dalam kendaraan ini.
Game-game tersebut dapat dimainkan menggunakan joystick yang dihubungkan melalui port USB, menjadikan Omoda O4 bukan sekadar alat transportasi biasa.
Fitur kamera 360 derajat hadir berkat sederet sensor dan kamera di depan, belakang, samping, hingga kamera yang menghadap ke penumpang belakang.
Wireless charging dengan daya hingga 50 watt turut disematkan, menjadikan pengisian daya perangkat di dalam kabin terasa jauh lebih praktis.
Powertrain Hybrid dan EV
Varian unggulan Omoda O4 Ultra dibekali teknologi Super Hybrid System atau SHS yang di Indonesia dikenal dengan nama Chery Super Hybrid (CSH).
Sistem ini menggabungkan mesin bensin bertenaga 141 Tk dengan torsi 215 Nm bersama motor listrik bertenaga 201 Tk dan torsi 310 Nm secara bersamaan.
Dunsanak Pandapek, sebagai perbandingan, teknologi CSH yang sama pada Chery C5 di Indonesia diklaim mampu mencapai efisiensi 20,4 km per liter.
Varian EV menghadirkan respons torsi instan yang langsung terasa sejak pedal gas diinjak pertama kali, tanpa jeda layaknya mesin konvensional.
Pengisian daya baterai pada varian EV didukung DC fast charging yang memungkinkan pengisian lebih cepat dibandingkan pengisian arus bolak-balik biasa.
Handling Omoda O4 terasa cukup solid dengan bobot kemudi yang tidak terlalu ringan namun juga tidak berat, memberikan rasa berkendara yang percaya diri.
Kenyamanan dan Visibilitas Kabin
Ruang kaki baris belakang Omoda O4 terbilang cukup untuk penumpang dengan tinggi badan rata-rata orang Indonesia.
Namun penumpang dengan tinggi di atas 175 sentimeter perlu berhati-hati karena atap slopy membuat ruang kepala di baris belakang terasa cukup terbatas.
Dunsanak Pandapek, visibilitas ke samping menjadi salah satu catatan penting karena garis bahu kaca yang cukup tinggi membuat pandangan ke samping terasa sedikit terbatas.
Di baris belakang tersedia dua port USB dan satu ventilasi AC yang dapat dibagi ke dua arah, cukup memadai untuk penggunaan dalam kota sehari-hari.
Armrest tengah yang kokoh dilengkapi cup holder turut hadir untuk kenyamanan penumpang belakang dalam perjalanan jarak menengah.
Bagasi Omoda O4 memiliki kapasitas yang cukup, mampu menampung hingga dua koper kabin atau satu koper besar berukuran 28 inci dengan nyaman.
Peluang Masuk Indonesia
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, memberikan sinyal terbuka soal kemungkinan Omoda O4 masuk ke pasar Tanah Air.
Pihak produsen saat ini masih melakukan studi mendalam mengenai preferensi konsumen Indonesia sebelum menetapkan waktu dan spesifikasi peluncuran resmi.
Dunsanak Pandapek, jika Omoda O4 EV masuk Indonesia, ia berpotensi bersaing langsung dengan BYD Dolphin dan Ion Uniq di segmen harga Rp300 jutaan.
Untuk varian panoramic moonroof yang kemungkinan hadir di Indonesia, pemilik perlu menyiapkan anggaran tambahan untuk pemasangan kaca film berkualitas guna mengurangi panas.
Segmen utama yang disasar Omoda O4 adalah anak muda perkotaan yang mendambakan kendaraan berdesain kuat, berteknologi modern, dan ramah lingkungan.
Dengan kombinasi desain berani, fitur AI, kemampuan gaming dalam kabin, dan opsi EV yang ramah lingkungan, Omoda O4 menjadi salah satu kandidat paling dinantikan di pasar otomotif Indonesia tahun 2026.
